Tinggal di Negara Tropis, Kok Masih Bisa Kekurangan Vitamin D?

Negara tropis dikenal dengan paparan sinar matahari yang melimpah, namun faktanya masyarakat Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami kekurangan vitamin D. Kondisi ini cukup umum terjadi karena gaya hidup modern membuat banyak orang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari secara langsung.

Dilansir dari CNN, sekitar 92 persen anak Indonesia mengalami kekurangan vitamin D atau kalsium, sebagaimana disampaikan oleh Rini Sekartini dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Hal ini menunjukkan bahwa tinggal di negara tropis tidak menjamin kebutuhan vitamin D tercukupi.

Vitamin D berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium dalam tubuh. Jika asupannya tidak optimal, risiko gangguan tulang seperti osteoporosis dan penurunan massa tulang dapat meningkat. Dalam kondisi kekurangan kalsium, tubuh akan mengambil cadangan dari tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang, terutama di usia lanjut.

Selain kesehatan fisik, vitamin D juga berpengaruh pada sistem imun dan kesehatan mental. Kekurangan vitamin D dapat ditandai dengan mudah lelah, penurunan daya tahan tubuh, nyeri otot, hingga perubahan suasana hati seperti cemas berlebihan dan perasaan sedih yang berkepanjangan.

Karena itu, penting untuk memastikan kebutuhan vitamin D terpenuhi dengan baik. Pemenuhan kalsium ini dapat dimulai dengan memperbaiki pola hidup, mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, serta melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih akurat. Jika diperlukan, konsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian, yang tersedia di Apotek Farmaku.

Apotek Farmaku sendiri telah hadir di berbagai kota di kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bekasi, hingga Semarang. Informasi lebih lengkap mengenai produk dan layanan dapat diakses melalui media sosial resmi @farmaku.id.

Scroll to top